Showing posts with label Hubungan. Show all posts
Showing posts with label Hubungan. Show all posts

Sunday, November 30, 2014

Cara Menghentikan Kebiasaan Bergosip

Bergosip adalah suatu kebiasaan yang memang memberi efek senang, dan puas. Akan tetapi kebiasaan yang berdampak positif. Selain karena memang banyak mengandung hal negatif, bergosip bisa menjadi suatukebiasaan yang tidak mudah untuk dihentikan. Untuk anda yang tidak punya kebiasaan ini, jangan pernah mencobanya. Sedangkan untuk anda yang terlanjur merasakan kenyaman dengan melakukan kebiasaan ini dan berniat untuk menghentikannya. Berikut akan positiveonx bagikan beberapa kiat untuk menghentikan bergosip.
1.      Banyak – banyak mengingat Sang Maha Pencipta
Hal yang paling dominan yang menjadi tema dalam pergosipan adalah tentang individu. Entah bagian tubuh, pekerjaan, kebiasaan, kelemahan, atau apapun yang dapat menjadi tema dari pergosipan. Cara yang dapat menghentikan kebiasaan bergosip adalah dengan banyak – banyak mengingat Sang Pencipta. Seperti kita tahu, Sang Maha Pencipta menciptakan kita dengan sesempurna bentuk. Sehingga tak elok rasanya membicarakan individu yang telah di cap oleh Sang Maha Pencipta langsung sebagai makhluknya yang paling sempurna. Karena dengan membicarakan individu lain, sama saja kita sedang menyangkal kesempurnaan yang telah diberikan kepada seorang individu oleh Sang Maha Pencipta.

2.      Pikirkan Diri Sendiri
Kita memang berbeda, dan memang diciptakan berbeda – beda. Bersuku – suku, demi satu tujuan yaitu saling mengenal. Dan ditengah banyak perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya. Kita lebih banyak memiliki kesaamaan. Sehingga saat kita akan bergosip jangan dulu pikirkan orang yang akan kita bicarakan. Entah keburukan, perasaan, kelemahannya. Tapi pikirkan diri kita sendiri terlebih dahulu. Apa kita jauh lebih baik dari orang yang kita bicarakan? Apa kita memang tidak punya kelemahan seperti orang yang sendang kita bicarakan? Apa kita senang kalau kita digosipkan. Seperti kita tau, orang yang suka dan sangat ketergantungan gosip juga akan sangat benci apabila dia digosipkan.

3.      Pentingkah?
Melakukan suatu kebiasaan buruk dalam waktu lama. Sementara masih banyak hal baik yang bisa kita lakukan dalam waktu yang sama. Tentunya lebih baik melakukan hal baik. Sehingga cara lain untuk menghindari gosip, pikirkan terlebih dahulu apakah tak ada hal penting dan baik yang bisa kita lakukan dari pada bergosip yang jelas buruk dan kebanyakan memang bukan hal yang penting.

Sekian artikel Positiveonx kali ini, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi penulis sendiri dan yang membacanya. Terimakasih.



Thursday, November 20, 2014

Efek Negatif Bergosip

Saat ini kegiatan bergosip ini seakan sudah lazim dan bukan lagi hal yang tabu untuk dilakukan. Sampai – sampai saat ini rating acara gosip di televisi memang cukup tinggi, karena memang banyak peminat dari kegiatan yang satu ini. Pilihan untuk bergosip memang tergantung manusianya. Akan tetapi positiveonx akan berbagi sedikit tentang efek negatif dari bergosip ini.
1.       Kehilangan kepercayaan orang lain
Mungkin dari kita merasa nyaman dengan bergosip dan merasa ada sesuatu yang hilang apabila kita tidak melakukan kegiatan bergosip ini, tapi taukah anda? Sebenarnya teman bergosip kita atau orang sekitar kita yang tau kita senang bergosip tidak akanpercaya terhadap kita. Bahkan sebenarnya orang yang suka bergosip benci juga kepada orang yang senang bergosip. Apalagi menggosipkan orang yang suka bergosip juga, sangat tidak menyenangkan.

2.       Menyakiti hati orang lain
Ini adalah efek negatif lain dari bergosip. Mungkin anda yang senang bergosip akan merasa tenang dan nyaman karena telah menggosipkan orang. Akan tetapi taukah anda? Orang yang digosipkan mempunyai perasaan. Walaupun keburukan yang anda gosipkan memang benar adanya, tapi alangkah baiknya kita menjaga perasaan atau tak perlu membuka keburukan tersebut.

3.       Lingkup pergaulan sempit
Orang yang bergosip terkadang adalah orang yang sebenarnya tak tau tentang hal yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi agar terlihat mengetahui, dan ahli tentang apa yang orang lain tak ketahui, dia menggosipkan sesuatu tentang seseorang yang kebenarannya tak dapat diketahui.

4.       Kebiasaan mengikari janji
Seseorang bisa saja menceritakan sesuatu yang mungkin bersifat pribadi kepada anda, kemudian karena kehilangan tema pembicaraan ketika berinteraksi dengan teman. Anda membuka hal pribadi yang telah dipercayakan rekan anda kepada anda. Kebiasaan ini akan terus terjadi, dan anda akan terbiasa mengikari janji untuk menjaga rahasia.

Sekian artikel Positiveonx kali ini, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi penulis sendiri dan yang membacanya. Terimakasih.


Efek Negatif Dari Masturbasi

Masturbasi dengan beragam nama dan istilahnya, adalah kegiatan seksual dengan imajinasi melalui banyak media. Kegiatan ini sebenarnya tak ada masalah apabila dilakukan hanya sesekali dan tidak berlebihan. Karena memang dasarnya kebutuhan biologis ini menjadi satu hal yang wajar sewaktu beranjak dewasa. Akan tetapi ada beberapa hal negatif dari masturbasi ini apabila dilakukan secara berlebihan. Antara lain:
1.       Rasa Bersalah
Ini menjadi efek negatif yang sering terasa dan pertama setelah masturbasi, hal ini bisa terjadi karena ada pertentangan setelah melakukan kegiatan ini. Antara hasrat yang tersalurkan, akan tetapi tidak tercapainya hasrat secara maksimal. Gejala ini bisa berimbah kepada kejiwaan apabila dialami terlalu sering.

2.       Kontrol Diri
Dengan seringnya melakukan masturbasi, imajinasi kita akan semakin terlatih. Akan tetapi sayangnya imajinasi yang terlatih tersebut hanya untuk imajinasi negatif sewaktu melihat lawan jenis. Imajinasi liar yang ada ini, bisa merubah banyak pandangan kita terhadap lawan jenis.

3.       Ejakulasi Dini
Seringnya melakukan masturbasi bagi beberapa kalangan menjadi tolak ukur kemampuan di ranjang, dan ternyata itu salah. Karena seringnya masturbasi, dan berimajinasi. Hasrat kita akan terlampau memuncak dan tak terkendali ketika imajinasi itu menjadi hal yang nyata. Dan inilah yang membuat ejakulasi dini.

4.       Masturbasi Kronis
Masturbasi kronis ini dapat juga mempengaruhi otak berikut kimia tubuh yang diakibatkan oleh kelebihan dari produksi hormon neurotransmitter dan juga hormon seks. Dampak yang timbul memang akan berlainan pada setiap orang, akan tetapi bila terlalu sering melakukan masturbasi tetap dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri panggul.

Sekian artikel Positiveonx kali ini, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi penulis sendiri dan yang membacanya. Terimakasih.


Sunday, November 16, 2014

Faktor – Faktor penyebab ejakulasi dini

Sebuah hubungan bukan hanya berdasarkan terhadap materi berupa fisik, materi yang berdasarkan pada kejiwaan juga berdampak dalam menjalankan sebuah hubungan. Ketersedianaan materi berupa kejiwaan ini sangat penting dan di dalam posisi yang tidak bisa ditawar – tawar. Akan tetapi tak jarang materi kejiwaan khususnya kenikmatan dalam hubungan suami istri tidak terjadi sebagai mana mestinya. Salah satu penyebab, adalah ejakulasi dini. Beberapa faktor ejakulasi dini ini adalah sebagai berikut:
1.       Terlalu Bergairah
Gairah yang tidak terkontrol dengan baik. Dapat membuat hormon meningkat dan tak terkendali. Sehingga dapat membuat ejakulasi dini lebih cepat terjadi. Stabilkan gairah, adalah salah satu cara mencegah ejakulasi dini.

2.       Faktor genetik
Ejakulasi dini bisa juga dijadikan tanda bahwa gen dan hormon di dalam tubuh berjalan dengan maksimal. Gen ini berperan penting dalam pemuasaan klimaks dalam hubungan seks.

3.       Masturbasi
Masturbasi memang tidak langsung berefek membuat ejakulasi dini. Akan tetapi apabila dilakukan secara berlebihan, kegiatan ini dapat membuat sistem saraf menjadi berubah. Sehingga dapat membuat ejakulasi dini lebih cepat terjadi.

4.       Kekurangan Hormon Serotinin
Hormon serotinin adalah zat yang berfungsi sangat besar dalam proses ejakulasi. Kekurangan hormon ini dapat membuat ejakulasi menjadi tidak menentu, dapat menjadi lebih cepat ataupun lebih lambat.

Sekian artikel Positiveonx kali ini, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi penulis sendiri dan yang membacanya. Terimakasih.


Tuesday, October 14, 2014

Hal Baik Bermain Game Untuk Anak


Dari sebuah penelitian oleh Universitas Oxford menunjukkan anak-anak yang bermain video games kurang dari satu jam setiap harinya, memiliki kemampuan dalam penyusuain diri di lingkungan lebih baik ketimbang mereka yang tidak. Tapi sebaliknya, mereka yang bermain lebih game dari tiga jam perharinya cenderung memiliki kepuasaan yang lebih rendah terhadap kehidupan mereka secara keseluruhan.

Dalam penelitian yang terbit pada jurnal Pediatrics yang dikutip dari laman inilah.com, psikolog eksperimental Dr Andrew Przybylski menganalisa survei Inggris yang melibatkan 5000 anak muda berusia 10 sampai 15 tahun.

Kemampuan interaksi sosial

Sebanyak 75% respoden mengaku mereka bermain video game setiap hari. Mereka kemudian mendapat pertanyaan berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk bermain, baik itu dengan komputer atau media lainnya.

Kemudian tim mengukur sejumlah faktor dalam kehidupan mereka yang menyangkut, kepuasan dengan kehidupan mereka, hubungan mereka dengan teman-teman mereka, seberapa besar inisiatif mereka dalam menolong orang lain yang dalam kesusahan dan tingkat hiperaktif serta ketidakpedulian mereka.

Hasilnya, anak-anak yang bermain kurang dari sejam setiap harinya melaporkan bahwa mereka puas dengan kehidupan mereka dan menunjukkan tingkat tinggi akan interaksi sosial mereka yang positif.

Kelompok tersebut juga mememiliki tingkat rendah akan masalah emosional dan cenderung kurang hiperaktif.

"Dalam lingkungan penelitian yang sering terpolarisasi antara mereka yang percaya permainan memiliki peran yang sangat menguntungkan dan orang-orang yang menghubungkan mereka dengan tindak kekerasan, penelitian ini dapat memberikan sudut pandang yang baru yang lebih bernuansa," kata Andrew Przybylski dari BBC News, Senin (4/8/2014).

Dia berpendapat bahwa kebijakan dan pediman yang memberi batasan kepada anak-anak dalam penggunaan teknologi ini lah yang berperan besar terhadap sikap anak-anak, meski mereka bermain video games.